Bismillaahirrahmaanirraahiim
Pada tulisan kali ini, ana ingin berbagi sirah antara Rasulullah SAW dengan sahabatnya Abu Hurairah. Abu Hurairah termasuk sahabat yang belakangan masuk Islam. Ia masuk ke dalam agama ini pada tahun ke 7 H pada saat terjadinya perang khaibar.
Karena ia merasa terlambat sehingga harus mengejar ketertinggalannya untuk belajar Islam, Abu Hurairah bersama sahabat lainnya memutuskan menjadi Ahlus Shuffah. Ahlus Shuffah adalah mereka yang tidak memiliki tempat tinggal sehingga harus berdiam di beranda Masjid Rasulullah SAW di Madinah.
Namun Abu Hurairah bersama sahabat lainnya bukanlah orang yang tidak berdaya untuk mencari uang atau tempat tinggal bahkan sahabat Madinah atau kaum Anshar bahkan bersiap untuk membantu mereka. Namun karena ingin belajar Islam secara cepat mereka harus mendedikasikan hidup mereka untuk Ilmu. Maka wajar Abu Hurairah yang hanya menemani Nabi Muhammad SAW selama 3 tahun menjadi salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits sehingga menjadi jembatan ilmu bagi kita untuk mengetahui kehidupan Rasulullah SAW.
Sering para Ahlus Shuffah ini merasakan kelaparan. Mereka biasanya mendapatkan makanan dari sahabat yang memang menaruh makanan di Masjid atau dari Nabi Muhammad SAW yang selalu mengajak mereka untuk makan bersama. Yang paling hebat hingga mereka di puji oleh Allah SWT adalah mereka mampu menahan diri dari tidak meminta-minta bahkan mampu untuk tidak di ketahui oleh sahabat yang lain kalau mereka sedang menahan lapar.
Bahkan pernah suatu ketika Abu Hurairah dan Ahlus Shuffah lainnya sampai berguling-guling di Masjid karena rasa lapar yang mendera tubuh mereka. Kisah laparnya Abu Hurairah yang akan ana bagi ini menunjukkan bagaimana kemuliaan dan indahnya akhlak Rasullulah SAW.
Suatu hari Abu Hurairah menahan lapar yang membuatnya ingin mendapat bantuan dari sahabat lainnya. Tapi ia tidak mengatakan dan meminta secara langsung melainkan dengan menanyakan sebuah perkara dalam ayat Alquran. Maka ketika ia bertemu Abu Bakar, Abu Hurairah bertanya tentang suatu perkara dan berharap agar mertua Rasullulah ini paham akan maksudnya. Abu Bakarpun menjawab pertanyaannya tanpa mengetahui maksud Abu Hurairah sebenarnya. Kemudian Umar juga di tanya oleh Abu Hurairah dan Umarpun hanya menjawab perihal pertanyaan dari Abu Hurairah.
Baru kemudian Rasulullah SAW datang dan ia di tanya oleh Abu Hurairah. Rasulullah SAW yang paham maksudnya tidak menjawab pertanyaan Abu Hurairah dan langsung mengatakan, "Ayo, ikut aku".
Masya Allah, bagaimana Nabi Muhammad SAW begitu tau dan kenal tentang sahabat-sahabatnya. Beliau tahu bahwa Abu Hurairah bertanya hanya karena ia berharap ada yang membantu menghilangkan rasa laparnya. Inilah Nabi kita, manusia yang paling indah dan mulia akhlaknya.
Semoga Shalawat dan Salam selalu tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW
Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad
Strategi Mencegah Penyakit Jantung. Oleh Staff Mayo Clinic Penyakit jantung dapat menjadi penyebab utama kematian, tetapi itu tidak berarti Anda harus menerimanya sebagai takdir Anda. Meskipun Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengubah beberapa faktor risiko - seperti riwayat keluarga, jenis kelamin atau usia - ada beberapa langkah pencegahan penyakit jantung kunci yang dapat Anda ambil. Anda dapat menghindari masalah jantung di masa depan dengan menerapkan gaya hidup sehat hari ini. Berikut adalah enam tips pencegahan penyakit jantung untuk Anda mulai.
- daging merah
- produk susu
- Minyak kelapa dank kelapa
- Makanan cepat goreng
- produk roti
- Makanan ringan dikemas
- margarin
- kerupuk
- Jika label nutrisi memiliki istilah "partially hydrogenated," itu berarti bahwa produk mengandung lemak trans.
Jika Anda berada di Provinsi Riau akan terasa kurang lengkap bila tidak mencicipi makanan khas melayu ini. Makanan yang sangat populer karena kemanisannya ini akan banyak dijumpai di beberapa daerah di Provinsi lancang kuning ini, khususnya kampung penulis sendiri yaitu Ujungbatu, Rokan Hulu. Acara-acara besar seperti hajatan, lebaran dan lainnya takkan lepas dari hidangan manis yang satu ini.
Sayang juga gak bisa ngelihat aksinya lagi di lapangan hijau yang penuh kharismatik, menurutku. Karena aku memang menyukai gaya permainnannya sebagai crosser dan yang dikenal mempunyai tendangan bebas paling hebat di dunia ini. But, you are the best player ever that I knew Becks.
Keputusan untuk pensiun mungkin terbilang tepat karena bisa membawa PSG menjadi juara liga Prancis meski tidak terlalu memiliki peran penting. Dialah satu-satunya pemain British yang bisa juara liga bersama 4 ti dari negara yang berbeda. MU, Real Madrid, La Galaxy dan PSG adalah empat tim yang pernah dibelanya dan menjadi juara.
Alhamdulillah semenjak SD hingga SMA aku selalu terpilih untuk bergabung dalam tim sepakbola sekolah meski beberapa kesempatan tidak menjadi tim inti dan meski posisiku hanya sebagai gelandang bertahan. Tapi di beberapa pertandingan aku pernah diberi kesempatan untuk mengambil tendangan bebas. Yang paling kuingat adalah saat pertandingan SMA. Aku mencetak gol dari tendangan bebas yang memang menjadi keahlian spesial dari pemain favoritku, David Beckham. Jaraknya cukup jauh dan mengenai mistar gawang lalu masuk kedalam dan GOOOOOLLLLLLLLLL. Aku berlari menyusuri lapangan berteriak karena kegirangan. Sayang gak ada yang mendokumentasikannya. Hiks, hiks, hiks....
Goodbye Becks. I'll always miss your playing. Thanks sudah memberikan inspirasi hingga saat ini
Kuliah Kerja Nyata atau yang lebih akrab didengar KKN adalah salah satu program kampus-kampus di Indonesia sebagai mata kuliah agar mahasiswa mampu untuk terjun langsung dan berinteraksi dengan masyarakat. Bekal sebelum mereka lulus dan mulai mencari pekerjaan atau bahkan membuka lapangan kerja. Begitupun dengan kampus tempatku berada, Universitas Diponegoro.
Sopo meneh yo, ada Ardheka Rieswirandhi (FISIP-IK) juru kamera atau fotografer kami. Wah, kalau gak ada dia kegiatan kami gak bakalan seru. Hasil jepretannya ne, muantap abis pokoke, terus ada Sholekhatu Ridho (FEB) salah satu pelopor jalan-jalan dikala kebosanan kami datang, dan ada Nico Setiawan (T. Mesin) kata yang cocok untuk seorang seperti dirinya adalah "Life Is Simple". Semua urusan itu mudah baginya-jangan dipersulit. Gokil dan suka ngebully teman yang lain, Hehehe #Peace, terakhir ada M. Rifki (Hukum) yang paling senior di antara kami. Karena dia angkatan 2006 dan tentu yang paling dewasa di antara kami. Seperti cukup gak usah panjang lebar ya.
Selama 35 hari disana banyak asam pahit garam dan manisnya gula kami rasakan. Tentu wajar karena kami yang biasanya hidup sebagai anak kos atau anak rumahan mendadak hidup bersama masyarakat desa yang memiliki latar budaya dan sosial yang juga berbeda ada proses adaptasi yang memang harus kami lakukan. Mulai dari makanan misalnya. Desa Kalibeluk atau Kab. Batang memang dikenal dengan "sego megononya" atau nasi yang diberi lauk berupa orak-arik rebung. Bagi lidahku yang belum terbiasa dengan makanan ini ya terasa aneh. Jadi kami meminta kepada Mbak Tati agar kalau pagi hari setidaknya kami dibuat masakan yang biasa kami akan. Jadilah setiap pagi kalau tidak makan nasi goreng ya mie goreng. Walau terkadang bosan juga sih, hampir dua minggu setiap pagi makannya ya nasi goreng terussss.
Sedikit cerita semoga ada kebaikan didalamnya tentang pemilihan ketua Insani 2013. Ada 5 calon yang diusung termasuk diri ini salah satunya. Secara track record dan posisi tentu akulah yang yang paling minim. Karena keempat lainnya merupakan ketua LDF masing-masing di Fakultasnya dan aku hanya sebagai Kadept. Syiar. Secara poisisi memang aku di bawah mereka. Tapi ini tidak membuatku harus minder dan lainnya. Meski juga kuakui bahwa kemungkinan bagiku untuk menjadi ketua Insani 2013 adalah sekitar, ya... 5-7% persenlah.
Bukan pesimis atau tidak. Tapi begitu adanya bahkan kami berempat dari kelima calon sudah tahu bahwa dialah yang akan terpilih. Secara kapasitas dan kapabilitas jelas tiada yang bisa menandinginya. Maka aku juga tahu bahwa posisiku tidak akan berpengaruh banyak.
Tapi satu hal yang kusadari dan ini untuk pertama kalinya kurasakan selama ini, bahwa memang nafsu jabatan dan kekuasaan itu ada dalam diri manusia. Tidak tahu bagaimana dengan yang lain. Tapi begitulah aku. Seolah-olah aku benar-benar ingin memegang dan duduk sebagai ketua Insani 2013. Ada prestis atau kebanggan yang bisa kurasakan. Kemudian aku diam dan beristighfar karena tiada boleh hati ini dikuasai oleh hal semacam ini.
Sejenak aku berpikir. Kalau bukanlah dalam lingkaran islam maka tentu banyak pemimpin yang bertindak dengan sewenang-wenang. Dalam arti fitrah atau nafsu untuk meraih kekuasaan itu memang ada dalam hati manusia. Disadari ataupun tidak. Akan ada masa ketika ia akan muncul saat kita menghadapi posisi atau kondisi yang menjadikannya keluar dalam diamnya. So, memang islam benar-benar membatasi ruang gerak manusia ketika keluar dalam jalur ketidakbenaran. Islamlah yang akan membuat pemimpin-pemimpin sadar bahwa mereka akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat juga bahwa mereka harus berlaku adil dan jujur.
Kemarin sekitar pukul 20.00 ketua Insani periode 2013 akhirnya terpilih melalui musyawarah yang cukup lama. Walau kami tahu dia akan terpilih setidaknya aku harus menunjukkan kapasitasku. Tiada boleh menunjukkan sikap seolah-olah, udah pasti dia akan terpilih mau gimana lagi.Atau udah jangan terlalu serius. Karena memang prediksiku juga tahu dia akan terpilih. Tapi jangan membuat mahasiswa lain seolah-olah sudah tahu atau melihat ketidakseriusan calon yang lain.
Maka ketika dialog terbuka dan penyampaian visi-misi aku telah siapkan di secarik kertas akan pandanganku terhadap Insani dan dakwah kampus ke depan. Ya membuat suasana biar seru, pemilihannya juga berlangsung lama dan banyak hal positif lainnya jika memang semua calon tidak menunjukkan sikap ketidakseriusan walau aku sekali lagi juga tahu bahwa kecil kemungkinan bagiku untuk terpilih. Yah, berusaha maksimal saja.
Hanya itu yang bisa dishare. Semoga ada manfaatnya ya............
Dua minggu lalu Insani bersama LDK lainnya yang bergabung dalam Pusat Komando Daerah atau Puskomda mengadakan aksi penggalangan dana untuk saudara muslim kita di Palestina. Ini merupakan bentuk kepedulian atas kekejian dan kekerasan yang Zionis Israel la'natullah lakukan kepada warga di Palestina terutama di Gaza. Mereka selalu memercik api untuk menyulut kemarahan atau kita katakan bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara muslim kita disana atas tindakan yang mereka lakukan.
Berpuluh-puluh tahun mereka, Israel la'natullah tidak pernah berhenti untuk menyerang Palestina. Karena mereka juga tidak akan pernah rela sebelum kita mengikuti apa yang mereka bawa meski sampai kiamat menjelangpun mereka tidak akan berhenti.
Alhamdulillah dari Alfath (silahkan baca postingan sebelumnya) ada beberapa orang yang bisa bergabung untuk ikut dalam aksi ini. Ada Wijaya Wahyudi Akbar, Rangga Wanapati, Ajib Faisal Mubarok, Satya Arisena Hendrawan, dan Mas Jovi Permata A. Kami berangkat bersama-sama menuju tugu muda dengan membawa satu buah bendera Palestina.
Begitu semangatnya teman-teman untuk memperjuangkan dan menggalang dana ini. Rangga dengan orasi yang menggetar hati, Ajib dengan kotak sunduqnya yang penuh santun, Akbar dan Satya dengan bendera dan pamflet Palestina yang penuh semangat dikobarkan. Subhananllah, semoga Allah memberikan nilai kebaikan bagi kami dan kita semua.
Ada satu kalimat yang memang sangat berkesan bagiku,"Cukup untuk menjadi manusia saja kita tahu akan kepedulian terhadap mereka".
Masih teringat jelas dalam memori indahku bagaimana dulu ketika Idul Adha pertama di Semarang terasa sangat menyesakkan. Selain karena tidak mendapatkan daging qurban juga karena aku bersama teman-teman wisma lainnya telat untuk shalat Ied. Seolah-olah awan hitam sedang memayungi tubuhku hari itu. Inipun karena ketidaksengajaanku yang salah memperkirakan waktu awal dimulainya shalat ied. Aku mengira waktunya kurang lebih sama dengan waktu di kampungku. Ternyata disini lebih cepat. Meski aku sudah bersiap-siap dari pagi tapi aku tetap santai sementara senior-seniorku di Wisma masih pulas dalam tidurnya. Padahal seharusnya mereka sudah tahu karena setidaknya tahun lalu mereka juga mengalami ied disini. Namanya juga pengalaman tentu kita tidak boleh jatuh di kesalahan yang sama bukan.
Tahun ini sungguh sangat membahagiakan. Setidaknya bagi diriku sendiri. Bisa dibilang berbanding terbalik dari tahun pertamaku dulu. Tentu karena Idul adha 1433 H ini aku shalat Ied dengan sempurna (mandi, jalan kaki dengan berbeda jalan, shalat di lapangan, Menggunakan pakaian terbaik etc) walau itu secara fisik dan pastinya kami seluruh pengurus FSMM (Rohis Teknik Undip) mengadakan qurban dan makan bersama serta semalam sebelumnya kami mabit di Mesjid BI sambil menjaga hewan qurban dan nyate.
Pukul sudah menunjukkan 00.30 malam dan aku masih berkutat di depan laptop biruku. Karena tadi siang tidur sangat pulas jadinya malam ini aku belum merasakan ngantuk sama sekali. Padahal biasanya kalau jam segini ya paling nggak matanya udah minta jatahnya untuk istirahat dari keseharian dan rutinitas yang cukup melelahkan diri. Jadinya ya lakukan apa yang bisa dilakukan saja.
Tahun ini adalah tahun keempat bagiku tinggal disini. Tentu karena kenyamanan dan ketenangan yang kurasakan selama ini. Flashback keempat tahun lalu. Awalnya bermula, ketika pendaftaran ulang untuk mahasiswa baru Universitas Diponegoro. Dalam niatku terbesit untuk hidup serba bebas tanpa aturan (Ngekost). Penglaman enam tahun di Ponpes membuatku ingin merasakan sedikit kebebasan. Biasalah, anak muda baru keluar dari sarang yang menahan kemauan kerasnya untuk merasakan lika-liku dunia luar. Jadi jauh hari setelah pengumunan kelulusanku di Undip aku sudah merencanakan untuk hidup sebagai anak kost. Karena katanya hei katanya hidup ngekost itu nikmat.
Tapi sekeras apapun niat dan usaha kita tetap Allahlah yang menentukan segalanya. Karena wilayah hasil dari ikhtiar ada pada kehendak Allah swt. Kita hanya dituntut untuk berusaha-berdo'a dan bertawakal kepada-Nya. Itu juga yang berlaku padaku tentunya. Sebesar apapun niatku untuk hidup sebagai anak kost tetap Allah punya rencana terindah dan terbaiknya buat kita. Percaya atau tidak itu akan kita rasakan setelah kita mengerti mengapa Allah bertindak demikian.
Subhanallah jika aku ingat kembali saat itu, dimana ayah temanku, Siti Nursyaidah Amini lah yang mencarikan tempat tinggal bagiku. Karena bersama beliaulah aku berangkat dari Riau ke Semarang untuk melanjutkan pendidikanku. Jadi saat aku baru keluar dari Gedung Prof. Soedarto selepas verifikasi aku langsung ditawari olehnya sebuah kontrakan yang memang terdapat pembinaan didalamnya. Dalam Hatiku (Ya Allah lagi-lagi harus hidup dengan penuh aturan dan pembinaan lagi). Kesegananku terhadap ayah temanku mengalahkan keinginanku untuk hidup sedikit bebas. Hingga akhirnya dengan rasa berat hati aku harus hidup kembali dengan peraturan-peraturan.
Sekali lagi, rencana Allah pasti memiliki tujuan yang baik bagi kita, hamba-Nya. Hanya terkadang kitanya saja yang kurang sabar dalam menjalani apa yang telah Allah gariskan. Hingga sebelum indahnya bunga bermekaran kita sudah mencabut dan terkena durinya dahulu. Itulah yang kurasakan disini. Rasa nyaman dan pembinaan justru itu menjadi kebaikan yang kurasakan. Membina diriku menjadi pribadi yang mulia di hadapan Allah. Walau berat diawal tapi semakin lama semakin nyamannya diriku disini. Tanpa terasa sudah tiga tahun lebih aku mejalani hari-hariku penuh dengan suka dan duka, tangis dan tawa. It's amazing for me.
Kini adalah masa pergantian tahun. Selalu ada yang pindah dan masuk di Wisma kemenangan ini. Tahun pertama ada 5 orang mahasiswa baru yang masuk termasuk aku. Berikutnya dari lima, empat memutuskan untuk pindah dan sekarang tinggal aku sendiri yang angkatan 2009 disini. Begitulah kehidupan yang sangat menarik disini. Selalu saja ada keunikan-keunikan di tiap tahunnya.
Apa saja keunikan itu. Ntar akan dilanjutkan pada episode berikutnya...










