Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Kisah Inspiratif : Abang Penjual Penyet dan Pembelinya

Kamis, 09 Mei 2013

Ini gak murni kisah nyata koq jadi jangan terlalu berlebihan. Tapi tetap ambil hikmahnya ya. Yah, walau terinspirasi dari realita tapi tetap dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, dan sedikit merica. Jadi dah  tu nasi goreng. Hehehe, malah ngelantur. Begini ceritanya :

Malam itu selepas shalat maghrib berjama'ah di mesjid aku dan teman-teman kontrakan makan di salah satu warung penyet yang tidak begitu jauh dari kontrakan kami. Setelah mengambil tempat duduk masing-masing kami memesan menu yang tersedia disana. Sekitar 15 menit kemudian sepasang insan masuk dan langsung mengambil posisi duduk di sebelah kami. Wah begitu mesranya mereka terlihat. Padahal belum tentu juga mereka berada dalam satu pelaminan. Hehehe, omongan anak jomblo terhormat ya gini. Kemudian sang lelaki memesan makanan kepada abang penjual penyet dan pesanan kami disaat yang sama telah tersedia di hadapan untuk segera disantap. 

Mungkin ne orang baru pertama kali datang kesini pikirku. Sebab pesanan mereka telah diberikan namun pasangan kekasih ini terlihat bingung, koq gak ada nasinya. Emang disini kalau nasi ya ambil sendiri. Lama menunggu (mungkin pikir mereka nasi akan datang kemudian) koq abang penyetnya gak datang-datang bawa nasi. Emang dia pikir kita ini vegetarian plus lauk apa. Hehehe, becanda itu...

Tiba-tiba sedang asyiknya melahap makanan yang hampir kelar, terdengar bunyi pukulan meja begitu keras. Plakk... Bang tau gak kami ini dari tadi belum dapat nasi. Masih juga 10 menit udah dibilang dari tadi (dalam hatiku). Wajar sih ya, laki-laki biasanya gak mau kelihatan bodoh atau gak baik dimata kekasihnya. Selalu ingin terlihat baik dan bisa menjadi sosok pelindung bagi kaum hawa ini.

Abang penyet melihat dan mendengar kelakuan sang lelaki ini langsung berkata,"Maafkan kami mas. Akan segera kami ambilkan".
Dalam hatiku (Padahalkan tinggal bilang ambil sendiri j mas nasinya. Kenapa pake minta maaf segala bahkan diambilkan lagi tu nasi).

Oooo, dengan perenungan yang mendalam akhirnya kutemukan jawaban itu sambil asyik melahap penyet yang begitu nikmat. Emang mesti pake perenungan segala ya. Weislah rak usah dipikir. Mungkin sahabat sekalian juga tahu ya kenapa abang penyet malah memberi jawaban seperti itu. Kalau gak tahu bisa SMS ke no ini.Ketik REG SPASI KIRIM KE HATIMU. Malah ngawur iki... 

Tapi menariknya saat sang lelaki ini ingin membayar abang penyet sambil pura-pura, berjalan perlahan mendekat kepadanya dan berbisik,"Mas besok kalau makan disini lagi nasinya ambil sendiri ya",
Sang lelaki dengan kaget sambil bengong ngomong,"Iya mas".


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © -2012 Alfajar_27 Weblog All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks