Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Akhirnya Kesampaian Juga

Selasa, 29 November 2011

Banyak hal yang sudah kita rencanakan tapi terkadang ada yang bisa dilaksanakan ada juga yang tidak. Setiap individu juga pasti punya keinginan yang berbeda. Sesuai minat dan kesukaan mereka. Sebenarnya aku kurang begitu suka naik gunung. Gak tau kenapa. Tapi aku menulis dalam mimpi-mimpiku kalau aku akan naik gunung meski yang aku tulis adalah gunung semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa tempat dimana seorang aktivis bernama Soe Hoek Gie tewas. Namun tidak mengapa jika yang aku naiki pertama kali adalah gunung merbabu dengan ketinggian 3142 mdpl.

Perjalanan ini dimulai karena Archidipala salah satu biro HM Arsitektur di jurusanku mengadakan Penmas atau pendakian massal. Ketika mereka mengajakku tentu aku terima karena selain ini pengalaman pertama juga karena ingin mencari speed limit batas tenaga, kemampuan, dan hal lainnya yang kita miliki. meski harus membayar 60 ribu tidak menjadi masalah jika itu memang keinginan dari dalam diri kita asal bermanfaat dan baik bagi diri kita.

Singkatnya, puncak merbabu dapat kami injak pada pukul sekitar 9 pagi setelah banyak kejadian yang bisa dibilang menarik atau juga tidak. Bayangkan saja malam ketika kami camp hujan es turun mengguyur tanah merbabu tempat kami nginap. Hujan es. Benar-benar hujan es. Tenda yang kami jadikan pelindung untuk tidur malah kebanjiran. Terpaksa harus duduk dibawah air yang dingin dengan udara yang sangat dingin dan hati yang juga dingin. Namun semua teratasi karena hujan es juga berhenti meski hampir semalamn begadang.

Dini hari kami berencana untuk naik ke puncak. Maka ditengah malam kami dibangunkan kemudian dikumpulkan dan diberi pengarahan. Apa yang terjadi setelah itu? Setelah menenmpuh jarak yang cukup jauh ternyata kami salah jalur. trek yang kami lewati sangat-sangat berbahaya. Hanya cukup untuk jalan 1 orang dan itupun jika kita salah mengambil langkah, tidak tau apa yang terjadi karena kita langsung berdekatan tebing dan curam yang sangat bahaya. Setelah dipastikan tersesat kami kembali ke camp untuk berisitrahat dan menunggu datangnya pagi.

Seharusnya kami tidak memiliki banyak waktu untuk naik ke puncak karena biasanya pukul sembilan pagi kabut dari atas akan turun kebawah dan mengakibatkan pandangan atau penglihatan menjadi tidak jelas hingga sangat berbahaya jika paksakan. Namun alhamdulillah pagi itu tidak ada kabut yang turun hingga menganggu penglihatan hanya kabut kecil. Akhirnya dengan perjuangan dan semangat, kami dapat naik ke puncak merbabu dengan selamt hingga kembali.

Selanjutnya... To the next mountain....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © -2012 Alfajar_27 Weblog All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks