Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Wanita dan Jilbabnya

Rabu, 26 Oktober 2011

Harus diakui bahwa permasalahan seputar wanita jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan laki-laki. Tidak hanya tentang bagaimana merawat tubuh, masalah fashion juga bisa dijadikan tolak ukur bagi kita.Jika dalam satu bulan seorang pria bisa menghabiskan uang sekitar satu juta ke bawah, tidak dengan wanita. Mereka memiliki tuntutan untuk bisa berbuat lebih dari pria. Maka tidak salah jika satu bulan kaum hawa ini bisa menghabiskan uang sekitar satu juta ke atas, mengingat kebutuhan mereka yang memang sangat banyak. Jika Anda masih belum percaya silahkan survei langsung ke lapangan.

Begitupun dengan fashion. Akan bisa dibedakan bagaimana perkembangan style berpakaian bagi wanita memiliki perkembangan yang sangat cepat dalam rentang waktu yang mungkin terbilang sedikit jika kita bandingkan dengan kaum adam. Seperti itulah gambaran kasar bagaimana wanita memiliki permasalahan yang sangat kompleks dalam segala hal dibanding dengan pria.

Disini sedikit ingin berbicara tentang jilbab bagi seorang wanita. Mengapa? Bukah hal yang tabu lagi bagi kita untuk membicarakan hal ini. Akan berbeda jika pada orde baru mengangkat tema ini. Mungkin terdengar sensitif. Sekarang tidak. Lihat! sudah sangat jauh perkembangan dari tahun ke tahun bagaimana wanita sudah mulai sadar tentang pentingnya menutup aurat. Walau setiap wanita juga pasti memiliki alasan yang berbeda-beda. Bagi saya itu tidak penting. kesadaran bisa terbentuk mulai dari keterpaksaan. Baru setelah itu jadi kebiasaan.



Teringat tentang puisi atau apapun itu dari seorang pejuang Islam yang mengatakan dari lubuk hatinya yang paling dalam (Saya yakin dari gaya bahasanya), Ia berkata, kalaulah mereka tahu mungkin diri mereka jauh lebih kami cintai dari diri kami sendiri, kalaulah mereka tahu bahwa kami lebih banyak memikirkan diri mereka daripada diri kami sendiri. Kalau saya tidak salah itu adalah perkataan As-Syaikh Hasan Al-Banna. Mungkin itu hanay sepenggal karena masih panjang lagi perkataan yang keluar darimulut beliau tentang hal ini. Terkadang saya cermati memang benar adanya perkataan itu.

Beberapa wanita pernah saya tanya dalam bahasa gurauan mengapa mereka belum memakai jilbab. Semuanya menjawab dalam satu jawaban yang sama. tiada beda. KARENA KAMI BELUM SIAP. Ingin memberi pengertian kepada mereka tapi.... yang jelas ketidaksiapan terjadi karena kita kurang memahami terhadap suatu hal. Mengapa mereka menjawab seperti itu? Jelas dalam pandangan mereka memakai jilbab terasa ada beban dipundak untuk menjadi manusia yang baik. Lho??? Kalau gitu mengapa mereka tidak memakai jilbab. Tidak siap karena ketakutan mereka harus berbuat ini atau itu, tidak siap jika ada orang yang berkata, udah pakai jilbab tapi tingkah laku masih seperti itu. saya masih belum paham arti ketidaksiapan dari kaum wanita ini. Mengapa untuk menjadi manusia yang llebih baik mereeka belum siap.


Jika kita berbicara kewajiban, maka memakai jilbab yang menutup aurat itu wajib bagi wanita. Tidak ada keringanan untuk berkata tidak. Inilah keanehan dunia saat ini, saat orang-orang melakukan suatu hal yang benar melalui syariat agama malah dianggap aneh. Coba bayangkan jika Anda berada dalam angkot dan melihat sepuluh wanita didalamnya. Yang 3 pake jilbab dan yang tujuh tidak atau meski yang 7 pake jilbab yang 3 tidak. yang mana Anda anggap aneh??? islam datang dengan terasing dan akan kembali dengan terasing juga. Memang menuju sebuah hari dimana bumi seperti kapas-kapas yang beterbangan.

JILBAB? Apa yang salah dengan jilbab. Seolah-olah orang-orang takut untuk mengenakannya. Ketidaksiapan bisa kita paksakan untuk siap. Analoginya jika kita bertanya kepada anak kecil, dek mau jadi bapak-bapak sekarang gak? Mereka akan berkata gak mau... Lantas apakah mereka tidak akan jadi bapak-bapak. Tidak juga. Lalu???

Hidup ini proses. Bertahap. Tidak mungkin dari anak-anak langsung menjadi bapak-bapak. Tidak mungkin. Harus ada tahapan-tahapan atau proses hidup yang mereka jalani. Mengenal arti kehidupan, belajar susah dan senang, memaknai setiap kejadian, hingaa mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan panuh kedewasaan. Seperti itu juga kalau saya boleh menggambarkan tentang MENGAPA SEORANG WANITA HARUS MEMAKAI JILBAB. Continue to Part 2...

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © -2012 Alfajar_27 Weblog All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks