Kalian hadir begitu cepat mengisi hari-hariku
Susah, senang, sedih,beribu kita jalani dengan ketegaran bersama
Kita angkuh satu sama lain
Angkuh tuk katakan bahwa kita saling melengkapi dan saling membutuhkan
Saat akan memendam kesedihan hanya dengan kalinlah aku lupa dengan beban sedih ku itu
Saat aku berselimut kebahagiaan hanya dengan kalianlah aku berbagi tawa yang aku rasakan...
Saat aku sendiri hanya kalianlah yang aku rindukan hadirnya
Percayalah sahabat aku memang tak ada artinya dalam hidupmu
Tapi aku sangat membutuhkanmu..
Laksana pagi dengan hangatnya matahari, lautan dengan deburan ombaknya, bentang malam dengan kerlipan sinarnya
Itulah aku yang selalu inginkan hadirmu...
Mengapa perpisahan ini terjadi..??
Disaat yang kita jalani begitu akrab, ceria, kompak, dan penuh ketulusan
Aku tak dapat taklukkan waktu tuk berhenti
Karena akupun hanya manusia biasa yang jalani hidup apa adanya...
Sahabat aku pasti rindukan kalian
Izinkan aku memelukmu erat, mengulang kisah kita..
Ataupun sekedar mengenang nya sambil mendengarkan lagu sendu menangis bersama bersenda gurau bersama
Atau lakukan hal-hal bodoh yang biasa kita tertawai..
Sahabat...
Akan aku lukiskan kisah kita dalam puisi itu.
NB: Buah tangan seorang sahabat yang menjalani hidup dengan penuh ketegaran
Dulu pernah ada sebuah persahabatan yang terjalin antara sekelompok anak remaja yang hendak mencari arti jati diri, maklum saja waktu itu masih dianggap bocah ingusan(apa iya?). Berawal dari sebuah bangunan, berdinding orange(waktu itu) dan halaman yang sangat luas untuk bermain ditandai dengan satu identitas nama yang terukir jelas di sudut kanan sekolah kami yaitu" SD 015 Ujungbatu". Disanalah kami mengenal berbagai macam realita hidup yang mungkin baru kami sadari sekarang. Sangat jelas tergambar dipikiranku dan aku juga yakin semua teman-temanku pasti mengingatnya bagaimana keanehan, kekonyolan, juga kebaikan tingkah kami waktu itu. Teman, kita semua pasti ingat saat mengadakan acara kenaikan kelas di Sungai Rokan dan itu hanya terjadi di masa kita, dimana kita di arak dan berenang disana, selain itu kita juga pernah menginap semalam sehari sebelum perpisahan kita dan tahu apa yang kita lakukan didalam kelas saat itu?, begitu menyedihkan bukan jika kita mengingatnya. Kalau diuraikan disini gak kan ada habisnya. Jadi teman-teman yang melihat artikel ini mohon bergabung di group facebookku karena aku sudah buat ajang khusus tempat kita berbagi cerita di"Elementary School (SD) 006/015 Ujungbatu" Dan terakhir izinkan aku mengukir nama kita semua di blogku ini. Sebab ini bertujuan untuk menguatkan kembali persahabatan kita.
1. Ahmad Alfajar
2. Aris Leonardi
3. Aci Irawan
4. Indra Mei Roni Fahri
5. Robbi Binnur
6. Romi Afriandi
7. Reki Febriadi
8. Mahendra
9. Gilang Permana
10. Jondra Widodo
11. Juprizal
12. Anton
13. Darma Deri
14. Yopi
15. Reza
16. Weli
17. Rianda
18. Nusri Syah Doni
19. Orin
20. Rona Novita Sari
21. Irma
22. Ira
23. Vella Yati Desfa Rani
24. Reni
25. Putri Novianti Nirwana
26. Juwita Safitri
27. T. Raisa Lopi
28. Dwi Yuli Ningsih
29. T. Fika Oktasari
30. Melisa Oktavia
31. Putri Rahayu
32. Mila
33. Syarifah
34. Dini
35. Fitri
36. Yosi Harman
37. Atun
![]()
Alhamdulillah. akhirnya aku nyampe juga dikota semarang. Setelah melewati beberapa perjuangan dan pengorbanan aku patut mengucapkan ribuan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantuku untuk menginjakkan kaki di kota Semarang ini. Pagi sebelum keberangkatan aku harus mengurus surat tanda kelulusan sebagai salah satu persyaratan untuk daftar ulang di Universitas Dipenogoro padahal jadwal pesawat Lion untuk mengudara adalah pukul 09:10 pagi, dapat anda bayangkan betapa sedikitnya waktu di pagi itu. Walau demikian aku harus tetap menyelesaikan semua ini.Karena apa gunanya usahaku selama ini jika sampai disana harus berurusan dengan panitia daftar ulang. Tapi ini sebuah kondisi yang terjepit dan penuh pilihan menurutku. Akhirnya dengan usaha dan bantuan dari Bapak Martias untuk bersegera menyelasaikan surat itu dan Bu Maimurni yang meminjamkan motornya untuk mengantarku ke bandara serta temanku Anggiyan Rijali yang dengan sigapnya memacu sepeda motor untuk membawaku ke bandara. Namun demikian semua perlengkapanku ada di rumah saudaraku. Dan berkat mereka dan kecepatan mereka mengantarkan barang bawaanku walau tidak dapat mengobrol lebih lama karena waktu yang sempit aku tak dapat berbicara lebih lama dengan ibuku. Mak, maafkan anakmu yang sangat kelewatan ini. Pagi itu di bandara aku memang tidak bisa menatap muka ibuku lebih lama sebab pesawat sudah hampir terbang. Karena itulah aku sangat berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendukungku. Mereka semua adalah MESTAKUNGKU( Semesta Mendukung)
G' nyangka akhirnya aku akan pergi meninggalkan semua kenanganku di tanah rencong ini, Riau. Walau ini kuhadapi dengan berat hati namun ketegaran dan ketenangan harus aku tanamkan didalam diriku ini. Memang meninggalkan semua momentum-momentun hidupku selama ini begitu berat kurasakn. Bayangkan saja selama lebih dari 18 tahun aku dididik dan dibina sejak lahir hingga sekarang dan dirasa mampu untuk hidup mandiri aku patut bersedih jika mengingat itu semua. Terkadang aku merenung dan berpikir sendiri dibawah jutaan bintang di angkasa ditemani sebuah bulan yang begitu indah ku pandangi. Merenung tentang hidup yang harus kujalani. Apakah Allah memang sudah menggariskan hidupku seperti ini. Jauh sebelum ini aku merasa mampu untuk menghadapi semua. Tapi seiring waktu berjalan ketidaksanggupan mulai menghantui diri dan jiwaku. Mengapa ini bisa terjadi?
Mungkin semua orang juga akan merasakan bagaimana jika sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan disukai jika harus ditinggalkan terasa begitu sakit tuk ditinggalkan. Namun sekali lagi inilah hidup. Hidup tak akan menunggu kita untuk bersenang-senang pada satu kondisi. Kita harus menatap masa depan yang sudah menanti dan pasti akan datang terhadap semua manusia. Sekarang tergantung kepada setiap kondisi pribadi masing-masing
Andai semua bisa kembali aku pasti menginginkan suatu titik dimana aku selalu bergembira tanpa dibayangi perasaan dan pikiran yang biasa menjadi beban.Tapi itu takkan mungkin terjadi pastinya. Jadi yang harus dilakukan agar aku tidak terlarut dalam kesedihan ini adalah dengan selalu mengingat-Nya walau aku ini sering melanggar segala perintah-nya. Namun tak ada salahnya jika manusia itu selalu belajar dari kesalahan tanpa harus mengulangi kesalahan yang sama.










